Kamis, 17 Juli 2014

Penerapan Kurikulum 2013 Hanya Sekadar Formalitas

JAKARTA, KOMPAS.com — Penerapan Kurikulum 2013 dianggap hanya sekadar formalitas. Semuanya tampak dari minimnya persiapan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam menerapkan kurikulum tersebut di semua sekolah.

Ketua Dewan Pertimbangan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Itje Chodijah menuturkan, Kurikulum 2013 telah menuai protes dan kritik. Proses penyusunan desainnya dinilai tidak transparan. Selain itu, proses uji publik juga dinilai asal-asalan serta minim sosialisasi.

Hal ini berbeda dengan perubahan kurikulum pada era Orde Lama dan Orde Baru. Pada era tersebut, perubahan kurikulum dilakukan sangat hati-hati melalui proses dialog, analisis, dan uji coba.

"Dari berbagai macam diskusi dan refleksi tentang mereka yang terlibat dalam desain Kurikulum 2013, tampak jelas tidak ada koordinasi yang baik antara desain awal dengan tim teknis, baik untuk buku cetak maupun sistem evaluasi. Persiapan yang tidak matang jelas merugikan pendidikan nasional," kata Itje dalam acara catatan akhir tahun pendidikan 2013 di kantor LBH Jakarta, Kamis (2/1/2014).

Selanjutnya, Itje juga membeberkan bobroknya sisi penerapan Kurikulum 2013 yang tecermin dari keterpaksaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menurunkan target implementasi, yang semula 30 persen dari total sekolah menjadi hanya 2 persen (6.213 sekolah).

Selain itu, buku diktat dan buku teks juga terlambat dicetak dan didistribusikan ke sekolah-sekolah sehingga berdampak pada penundaan pelatihan guru. Pada tingkat implementasi, kata Itje, banyak guru bingung saat menerapkan Kurikulum 2013 di kelas. Guru pendamping yang dijanjikan hadir di kelas ternyata baru hadir pada November 2013, atau terlambat tiga bulan dari jadwal semula.

Hal ini diperparah banyaknya sekolah yang ditunjuk mengimplementasikan kurikulum tersebut, tetapi tidak memiliki buku panduan penerapan Kurikulum 2013. "Ada juga masalah penilaian dan pengisian buku rapor. Hal itu terjadi karena adanya perubahan model penilaian, tapi perubahannya tidak diberikan pada saat pelatihan," pungkas Itje.

Sebelumnya, FSGI juga menyatakan banyaknya permasalahan pendidikan pada 2013. Selain kurikulum, masalah lainnya adalah korupsi dan pungutan liar, keterlambatan pelaksanaan ujian nasional, ancaman diberangusnya hak guru dalam berorganisasi, rendahnya kualitas buku ajar, sampai banyaknya kasus kekerasan di lingkungan sekolah dan kampus.

Karakter dalam Pembelajaran Fisika

Fisika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari zat dan interaksi komponen-komponennya. Sudah dikenal di masyarakat umum bahwa Fisika merupakan salah satu bidang ilmu yang tergolong “keras” atau tidak mudah dipahami. Fisika dianggap sebagai mata pelajaran dengan kumpulan rumus-rumus yang menjerumuskan siswa dengan hafalan yang memusingkan kepala. Anggapan tersebut, didukung oleh fakta bahwa banyak dari siswa memiliki nilai Fisika termasuk yang terendah di antara seluruh mata pelajaran di sekolah sampai perguruan tinggi.
Hal ini sungguh memprihatinkan, karena sains merupakan ilmu dasar yang harus dikuasai terlebih dahulu dalam rangka penguasaan teknologi pada jaman modern ini. Kita lihat saja, setiap perkembangan sebuah teknologi hamper dapat dipastikan didahului oleh penemuan sebuah gejala fisis baik di tataran makro, mikro sampai nano.
Kembali kami ingatkan tentang tujuan pembelajaran Fisika dalam kurikulum pendidikan di negara kita. Di sana disebutkan agar peserta didik memiliki kemampuan-kemampuan sebagai berikut: 
  1. Membentuk sikap positif terhadap fisika dengan menyadari keteraturan dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Memupuk sikap ilmiah yaitu jujur, obyektif, terbuka, ulet, kritis dan dapat bekerjasama dengan orang lain
  3. Mengembangkan pengalaman untuk dapat merumuskan masalah, mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan, merancang dan merakit instrumen percobaan, mengumpulkan, mengolah, dan menafsirkan data, serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis.
  4. Mengembangkan kemampuan bernalar dalam berpikir analisis induktif dan deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip fisika untuk menjelaskan berbagai peristiwa alam dan menyelesaian masalah baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
  5. Menguasai konsep dan prinsip fisika serta mempunyai keterampilan mengembangkan pengetahuan, dan sikap percaya diri sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Seorang penulis buku yang bernama Siti Rohmah pernah mengatakan bahwa memahami konsep-konsep dan selanjutnya  memahami prinsip yang menyatakan hubungan antara konsep adalah langkah awal dan sangat penting dalam belajar fisika. Oleh sebab itu, di dalam pembelajaran fisika, unsur kepemahaman atau pengertian jauh lebih dominan daripada unsur hafalan.
Semoga tulisan singkat ini dapat mengingatkan terutama untuk diri saya pribadi mengenai makna dari sebuah pembelajaran Fisika. Selalu berharap agar menjadikan siswa-siswa kita memiliki karakter layaknya seorang fisikawan muda yang mengagungkan kebesaran Tuhannya, bersikap ilmiah, berpikir analisis serta mempunyai keterampilan mengembangkan pengetahuan dan pengalamannya.

Video Eksperimen Fisika

Mau Liat video experimen Fisika Sederhana silahkan Klik disini

Minggu, 06 Juli 2014

Penemu "Partikel Tuhan" Raih Nobel Fisika

Nobel

Peter Higgs dan Francois Englert menjadi pemenang Nobel Fisika 2013 berkat penemuan teori "Higgs" yang mampu menjelaskan bagaimana partikel yang merupakan basis penyusun materi memperoleh massanya.
Ilmuwan asal Inggris Peter Higgs, 84, dan Francois Englert dari Belgia, 80, mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut karena menemukan teori yang berkaitan dengan mekanisme partikel di tatanan sub atom yang pembuktiannya ditegaskan tahun lalu di instsalasi pemercepat partikel CERN Jenewa. Temuan "Partikel Tuhan" itu mengungkap teka-teki asal-usul alam semesta.
"Partikel ini berasal dari medan tak terlihat yang memenuhi seluruh jagat raya. Bahkan jika alam semesta telihat kosong, medan tersebut ada di sana," ujar juri Nobel dalam pernyataannya. "Tanpa medan yang disebut boson itu, kita tidak akan eksis. Karena dari kontak dengan medan tersebut, partikel jadi memiliki massa."
Tidak lama setelah pengumuman resmi dari dewan komite Nobel, Universitas Edinburgh mempublikasikan pernyataan dari Higgs. "Saya juga ingin memberi selamat kepada semua pihak yang turut berkontribusi atas penemuan partikel baru ini. Terima kasih kepada keluarga saya, teman dan kolega atas dukungannya," kata Higgs. "Semoga penghargaan bagi ilmu pengetahuan fundamental akan meningkatkan kesadaran bagi penelitian di bidang ilmu alam yang abstrak."
Pembuktian Partikel Perlu 50 Tahun
Higgs dan Englert meraih Nobel Fisika hampir 50 tahun setelah mereka dan ilmuwan lain mulai melakukan penelitian intensif untuk menemukan apa yang dijuluki "Partikel Tuhan" tsb.

Teori Higgs sebagai lukisan di CERN
Sejarah penemuan ini dimulai tahun 1964, saat enam ahli fisika bekerja secara independen dalam tiga kelompok dan mempublikasikan berbagai makalah mengenai partikel yang kemudian dijuluki Higgs-Bosons itu
Pionirnya adalah dua ilmuwan Belgia Robert Brout, yang meninggal di tahun 2011 lalu, serta Englert yang mengajukan teori mekanisme medan partikel pemberi massa yang memenuhi alam semesta yang saat itu hanya berisi partikel tanpa massa. Secara terpisah, Higgs adalah ilmuwan pertama yang mengajukan teori bahwa massa hanya bisa muncul lewat keberadaan partkel yang tidak dikenal.
Sesuai teori fisika elementer, partikel Higgs memainkan peranan utama dalam pembentukan alam semesta setelah dentuman besar. Bagi para ilmuwan, ini merupakan partikel elementer terakhir yang belum ditemukan, bagi penyusunan model standar dari materi.

Masa Depan Alam Semesta
Juga dari temuan itu para pakar fisika dapat menarik kesimpulan menyangkut masa depan alam semesta. Berdasarkan model standar fisika partikel, temuan partikel Higgs yang massanya 125 giga elektron volt (GeV), memberikan indikasi bahwa kondisi vakum tidak stabil dan itu artinya alam semesta juga tidak stabil.
Fase metastabil alam semesta diramalkan bertahan antara 10 milyar hingga nyaris satu trilyun tahun. Setelah melewati masa metastabil, alam semesta dapat berubah ke kondisi lain, membentuk alam semesta alternatif atau terus mengembang dan hancur tercabik yang disebut sebagai Big Rip,
vlz/as(afp, rtr, dpa)

CARA BELAJAR FISIKA

“Gimana sih, supaya bisa Fisika ?” atau “Fisika kok susah ya ?” mungkin pertanyaan-pertanyaan itu sering dilontarkan oleh sebagian pelajar yang meganggap Fisika sebagai pelajaran yang sulit. Sebenarnya, belajar Fisika itu sama saja dengan belajar mata pelajaran lainnya, yang membedakan hanyalah bidang yang dipelajarinya.
Nah, bagi kalian yang merasa kesulitan dalam belajar Fisika dalam tulisan ini ada sedikit tips-tips bagaimana Fisika yang sulit ini jadi ‘kelihatan’ lebih mudah. Bagaimana caranya ?

1.  Pahami terlebih dahulu konsepnya
Dalam Fisika kamu harus paham apa sih yang akan dipelajari ? Apa kegunaannya ? Ada tidak relevansinya dengan kehidupanmu ? Karena belajar Fisika bukan hanya dengan cara menghafal rumus-rumus. Rumus Fisika itu punya makna dan cerita di baliknya. Oleh sebab itu, pahami alur rumus dari konsep awal sampai menjadi rumus akhir. Tujuannya adalah supaya kamu mengerti dari mana rumus-rumus itu berasal, semenjak konsep yang mendasarinya sampai menjadi rumus akhir, kecuali beberapa rumus yang sudah merupakan definisi dan rumus ini biasanya sangat sederhana. Setelah kamu mengerti rumus tersebut maka akan sangat mudah untukmu menghapal rumus tersebut.

Ingat, konsep itu tidak bisa diafal, konsep hanya bisa dipahami. Oleh karena itu, untuk memudahkanmu memahami konsep, cobalah buat sebuah peta konsep. Peta konsep adalah rangkuman yang kamu bikin mirip peta untuk menunjukkan posisi sub pokok bahasan. Dengan membuat peta konsep kamu akan lebih mudah mendefinisikan posisi pemecahan masalah dengan benar.

Dengan memahami konsep secara baik dan benar kamu dapat menjelaskan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan denan ilmu Fisika. Dengan memahami konsep secara baik dan benar rumus-rumus yang sulit dengan sendirinya akan terpahami dengan mudah.